Menyangka Bingung
aku percaya akan kepastian yang tak pernah dipastikan
aku menyukai mu dari sebelum mengerti suka.
aku menunggu mu dari sebelum pandai melihat waktu.
aku menemukan mu diantara rak-rak sabun dan roti isi swalayan.
akhirnya,terwujud penantian ku atas kebingungan perihal apa yang ku nanti.
mata teduh mu itu melipat-gandakan kebingungan-kebingungan ini
jangan lipat bibir itu di depan ku, atau kau ingin aku yang melipatnya?
konstelasi abstrak, kombinasi warna kulit, bebauan khas punggung dan pipi mu.
"seakan-akan saraf perasa ku terpaksa kerja berat membangun dinding otak agar tempurung nya tak pecah dan memuntahkan semua hayalanku"
mungkin kemarin ada mulut rakus yang memakan inti mu tergesa-gesa,kau pun suka digigitnya. tak terasa, hancur jati dirimu bertahun-tahun di pecahnya dengan taring tak tahu malu itu.
aku tak pernah berencana menyelamatkan mu,sumpah.
kepikaran saja tidak.
aku percaya tuhan mu, pasti aku percaya takdir ku.
kau kira aku apa? dewa hercules?
aku harus mengorbankan beberapa hal,untuk menyelamatkan mu dari makhluk itu!
aku tidak butuh apa-apa, aku tak makan nasi dan tak minum susu, begitu juga air dan gandum.
"makanan ku cuma rasa percaya"dia dan aku tau kau punya banyak makanan itu,favorit kami berdua.
bedanya ,dia rakus sampai memuntahkan semuanya ke tanah kuburan para laknat
izin kan aku mencicipi mu perlahan, tak apa mungkin besok atau minggu depan aku puasa
izin kan aku memberimu apa yang harusnya milikmu.
"waktu dan umur ku kembalikan,
patah dan remuk ku perbaiki,
hilang dan lenyap ku hadirkan kembali,
kegilaan dan depresi ku-waras-kan,
ku-waras-kan dunia mu."
tak lama lagi,tunggu yang tenang,perasaan mu akan pulang.

Comments
Post a Comment