Insiden Harap.
Ku mulailah bait gundah tengah malam ini.
Menunggu
kelanjutan potongan semangat bersambung di rangkuman waktu yang sulit di
tentukan, sembari menumpuk rongsokan pengganggu di otak berhari-hari. Akhirnya
tiba malam ini yang diharapkan sendu tapi berakhir gusar.
Bait
ini tong sampah tempat membuang perasaan tak pantas, silahkan baca dan nikmati
betapa bau busuknya berharap pada spesies sejenis “manusia”.
Dari sajak Sapardi Djoko Damono, seperti kayu yang
mengharapkan api mendengarkan ceritanya
tetapi api justru membakarnya menjadi abu.
Sepertiku
yang tak belajar pada benda mati,mengharapkan di mengerti tapi tak mengerti
situasi. Kayu tetaplah kayu meski di tempah jadi kursi, aku tetaplah aku meski
tak bisa dimengerti. Harapan itu semakin
termakan waktu bila ditunggu .
Janji
untuk diri sendiri,prinsip yang dibangga-banggakan,padahal sudah tertanam dan
berakar tapi tak disangka mati dibunuh nyaman yang baru tumbuh sejengkal diatas
akal.
Sampai asap pun mengira paru-paru
nyaman memberi sandaran,ternyata lagi-lagi di usir keluar dari mulut dan hidung
.
Kukira
dia dan sejenisnya memberi kamar tidur; memberi bantal; memberi guling;
menyelimutkan selimut hangat; beserta susu coklat dan roti keju. Nyatanya
tempat itu sekedar bangku teras rumahnya yang tak bisa di tinggali dan akan di
tutupnya rapat-rapat mungkin pukul sepuluh malam.
Belum
lagi habis susu coklat dan roti keju ku, sudah harus dibuang ke awang-awang tak
dianggap. Sialnya, bantal guling dan
selimut itu terkena noda susu dan keju, mau tak mau mereka harus ikut ke
awang-awang tak dianggap itu.
Harapan tetaplah mangsa ringkih dan
empuk yang di idam-idamkan predator puncak bernama nyaman.
Predator
itu sudah mengikuti dari mulai mangsa itu tumbuh, mengintai nya dan
menunggu saat terbaik untuk menerkam dan
mencabik tubuh nya sampai ke tulang lunak dibawah telapak kaki mangsa itu.
“Matilah
kau ku santap mantap,patah lah tulang-tulang rusuk mu ku terkam, kau tau? tak
ada yang bisa melindungi mu, bahkan prinsip sebesar gajah pun tak mampu.” ucap nyaman pada mangsanya yang bernama
harapan.


Comments
Post a Comment